“Menteri Pertahanan Republik Indonesia dijadwalkan menyambut kedatangan Giuseppe Garibaldi, kapal perang bersejarah milik Angkatan Laut Italia yang telah mengakhiri masa dinasnya. Kehadiran kapal tersebut di Indonesia menjadi perhatian karena Giuseppe Garibaldi pernah menjadi salah satu aset penting kekuatan laut Italia dan kini memasuki chapter baru setelah puluhan tahun beroperasi.”
merindink – Menteri Pertahanan Republik Indonesia dijadwalkan menyambut kedatangan kapal Giuseppe Garibaldi dari Italia. Kapal yang pernah menjadi salah satu ikon Angkatan Laut Italia tersebut menjadi sorotan seiring semakin eratnya hubungan pertahanan Indonesia dan Italia, khususnya pada sektor maritim.
Giuseppe Garibaldi bukan nama pejabat atau delegasi Italia yang datang ke Indonesia. Nama tersebut merujuk pada kapal perang ITS Giuseppe Garibaldi (C 551), yang selama puluhan tahun menjadi salah satu platform utama Angkatan Laut Italia sebelum resmi dinonaktifkan pada 2024.
Kehadirannya menarik perhatian karena Giuseppe Garibaldi memiliki sejarah panjang sebagai kapal induk ringan yang mampu mengoperasikan pesawat tempur lepas landas pendek dan mendarat vertikal. Kapal tersebut juga digunakan untuk operasi helikopter, komando, bantuan kemanusiaan, hingga berbagai misi internasional.
Giuseppe Garibaldi mulai memasuki layanan Angkatan Laut Italia pada 1985. Nama kapal diambil dari Giuseppe Garibaldi, tokoh penting dalam sejarah penyatuan Italia pada abad ke-19.
Kapal sepanjang sekitar 180 meter tersebut mempunyai displacement lebih dari 13.000 ton dalam kondisi muatan penuh. Desainnya dilengkapi dek penerbangan memanjang serta ski-jump di bagian depan yang memungkinkan pengoperasian pesawat dengan kemampuan short take-off and vertical landing.
Dalam perjalanan operasionalnya, Giuseppe Garibaldi dikenal mengoperasikan pesawat AV-8B Harrier II. Pesawat tersebut memiliki kemampuan lepas landas pendek dan mendarat secara vertikal, sehingga cocok digunakan pada kapal dengan dek penerbangan yang lebih kecil dibandingkan kapal induk konvensional.
Selain Harrier, Giuseppe Garibaldi juga dapat membawa berbagai jenis helikopter. Fleksibilitas inilah yang membuat kapal tersebut dapat digunakan untuk beragam mission profile, mulai dari operasi tempur sampai bantuan kemanusiaan.
Pernah Jadi Flagship Angkatan Laut Italia
Pada masanya, Giuseppe Garibaldi memiliki posisi prestigious di Marina Militare atau Angkatan Laut Italia. Kapal ini pernah menjalankan fungsi sebagai flagship dan menjadi simbol kemampuan Italia mengoperasikan kekuatan udara dari laut.
Perannya kemudian secara bertahap berubah setelah Italia mengoperasikan ITS Cavour, kapal induk yang lebih besar dan modern. Cavour selanjutnya menjadi platform penting bagi kekuatan udara Angkatan Laut Italia, termasuk dalam transisi menuju pengoperasian jet tempur F-35B.
Italia juga memperkuat kemampuan operasi amfibinya dengan hadirnya ITS Trieste. Kapal serbu amfibi tersebut memiliki dek penerbangan besar dan dirancang untuk mendukung operasi helikopter maupun pesawat dengan kemampuan lepas landas pendek dan pendaratan vertikal.
Perkembangan tersebut akhirnya membuat Giuseppe Garibaldi mendekati akhir masa operasional. Setelah hampir empat dekade menjalankan berbagai misi, kapal tersebut resmi dinonaktifkan dari layanan Angkatan Laut Italia pada 1 Oktober 2024.
Hampir 40 Tahun Mengarungi Laut
Masa dinas hampir 40 tahun membuat Giuseppe Garibaldi mempunyai track record yang panjang. Kapal tersebut tidak hanya beroperasi di sekitar perairan Italia dan Mediterania, tetapi juga terlibat dalam sejumlah operasi internasional.
Giuseppe Garibaldi pernah dikerahkan dalam operasi yang berkaitan dengan konflik Kosovo pada akhir 1990-an. Pesawat Harrier yang beroperasi dari kapal tersebut menjalankan misi sebagai bagian dari operasi NATO.
Kapal ini juga terlibat dalam operasi internasional terkait Libya pada 2011. Dalam periode tersebut, kemampuan penerbangan kapal kembali memainkan peran penting.
Di luar misi tempur, Giuseppe Garibaldi juga digunakan dalam operasi kemanusiaan dan dukungan terhadap penanganan bencana. Kemampuan membawa helikopter dan fasilitas komando membuat kapal jenis ini cukup versatile untuk berbagai situasi.
Kedatangan kapal sebesar Giuseppe Garibaldi naturally menarik perhatian pemerhati pertahanan Indonesia. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah laut sangat luas, sehingga kebutuhan terhadap kapal yang mampu mendukung operasi penerbangan, amfibi, logistik, dan bantuan bencana selalu menjadi topik strategis.
Kapal dengan dek penerbangan besar dapat menjalankan fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar membawa pesawat tempur. Helikopter angkut, helikopter antikapal selam, drone, pasukan, kendaraan, hingga fasilitas kesehatan dapat menjadi bagian dari konsep operasinya apabila kapal dirancang atau dimodifikasi untuk kebutuhan tersebut.
Bagi Indonesia, kemampuan seperti itu mempunyai relevansi geografis yang obvious. Ketika bencana terjadi di pulau atau kawasan terpencil dan fasilitas darat mengalami kerusakan, kapal besar dapat berfungsi sebagai basis operasi sementara di laut.
Namun, kedatangan Giuseppe Garibaldi tidak otomatis berarti kapal tersebut langsung menjadi kapal induk aktif TNI Angkatan Laut. Status, skema pemanfaatan, proses teknis, serta rencana pemerintah terhadap kapal perlu mengacu pada pengumuman resmi Kementerian Pertahanan dan TNI AL.
Hubungan Pertahanan Indonesia-Italia Makin Dekat
Konteks yang tidak kalah important adalah hubungan pertahanan Indonesia dan Italia yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Industri pertahanan Italia memiliki sejumlah produk yang relevan dengan kebutuhan modernisasi alat utama sistem senjata Indonesia.
Salah satu perusahaan yang mempunyai hubungan erat dengan sektor pertahanan Indonesia adalah Fincantieri, perusahaan galangan kapal Italia. Indonesia telah menandatangani kontrak untuk pengadaan dua kapal Pattugliatore Polivalente d’Altura atau PPA dari perusahaan tersebut.
Kedua kapal itu sebelumnya dibangun untuk Angkatan Laut Italia sebelum kemudian dialihkan kepada Indonesia. Di Indonesia, kapal tersebut masuk dalam pengembangan kekuatan TNI AL sebagai kapal kombatan modern.
Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa hubungan Indonesia-Italia tidak lagi sebatas diplomasi pertahanan. Ada aspek procurement, teknologi, industri, dan pengembangan kemampuan maritim yang semakin significant.
Dari PPA hingga Kapal Besar
Pengadaan kapal PPA menjadi salah satu contoh konkret kerja sama tersebut. Kapal kelas ini memiliki desain modern dengan kemampuan untuk menjalankan berbagai jenis operasi maritim.
Fincantieri mengumumkan kontrak dua unit PPA untuk Indonesia pada 2024 dengan nilai sekitar 1,18 miliar euro. Kesepakatan tersebut memperlihatkan skala hubungan industri pertahanan kedua negara yang semakin besar.
Indonesia sendiri sedang melakukan modernisasi armada laut untuk menyesuaikan kebutuhan pertahanan sebagai negara kepulauan. Kapal kombatan, kapal selam, kapal patroli, hingga platform pendukung menjadi bagian dari kebutuhan yang terus berkembang.
Dalam landscape tersebut, kehadiran Giuseppe Garibaldi mempunyai nilai simbolis sekaligus strategis. Kapal tersebut berasal dari negara yang kini menjadi salah satu mitra penting Indonesia dalam modernisasi sektor maritim.
Apakah Giuseppe Garibaldi Akan Jadi Kapal Induk Indonesia?
Pertanyaan ini naturally menjadi yang paling menarik. Giuseppe Garibaldi memang mempunyai sejarah sebagai kapal induk ringan, tetapi status kapal setelah keluar dari layanan Italia tidak serta-merta sama dengan statusnya ketika masih aktif.
Kapal perang yang telah dinonaktifkan membutuhkan evaluasi menyeluruh apabila hendak digunakan kembali. Kondisi struktur, mesin, sistem kelistrikan, sensor, persenjataan, dek penerbangan, biaya pemeliharaan, hingga ketersediaan suku cadang perlu diperhitungkan.
Usia kapal juga menjadi faktor penting. Giuseppe Garibaldi mulai bertugas pada 1985, sehingga pada 2026 umur platform tersebut telah berada di kisaran empat dekade.
Karena itu, istilah “Indonesia memiliki kapal induk” tidak sebaiknya digunakan sebelum ada keputusan dan konfigurasi operasional yang jelas. Sebuah kapal yang secara historis merupakan light aircraft carrier belum tentu akan menjalankan fungsi identik setelah dialihkan kepada pengguna baru.
Potensi Menjadi Platform Helikopter dan Drone
Salah satu konsep yang menarik untuk kapal dengan dek penerbangan besar adalah pengoperasian helikopter dan unmanned aerial vehicle atau UAV. Perkembangan drone membuat fungsi kapal penerbangan kini tidak selalu identik dengan pesawat tempur berawak.
Drone dapat digunakan untuk surveillance, reconnaissance, komunikasi, hingga berbagai fungsi maritim lainnya. Dek penerbangan yang luas memberikan fleksibilitas untuk mengoperasikan beberapa platform udara sekaligus.
Helikopter juga tetap sangat relevant bagi TNI AL. Operasi antikapal selam, pencarian dan pertolongan, pengangkutan pasukan, logistik, hingga evakuasi medis membutuhkan kemampuan rotary-wing yang kuat.
Jika sebuah kapal besar dikonfigurasi untuk fungsi tersebut, manfaatnya dapat berbeda secara fundamental dari kapal induk tempur konvensional. Fokusnya dapat lebih dekat kepada multi-purpose aviation platform daripada carrier yang membawa skuadron jet tempur.
Indonesia termasuk negara yang sangat rentan terhadap bencana alam. Gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api, dan cuaca ekstrem dapat terjadi di berbagai wilayah kepulauan.
Kapal besar dengan dek penerbangan memiliki potential value tinggi dalam operasi humanitarian assistance and disaster relief. Kapal dapat membawa helikopter, tenaga medis, logistik, air bersih, generator, serta perlengkapan darurat ke daerah yang akses daratnya terputus.
Helikopter kemudian dapat mendistribusikan bantuan dari kapal menuju lokasi yang sulit dijangkau. Konsep semacam ini telah digunakan berbagai angkatan laut dunia ketika membantu penanganan bencana.
Untuk negara dengan lebih dari 17.000 pulau seperti Indonesia, kemampuan tersebut mempunyai relevansi yang sangat nyata. Platform laut dapat bergerak menuju wilayah terdampak tanpa harus sepenuhnya bergantung pada infrastruktur bandara atau pelabuhan yang mungkin rusak.
Memiliki kapal besar selalu datang bersama operational cost yang besar pula. Kapal membutuhkan bahan bakar, kru, pemeliharaan, docking, suku cadang, sistem pendukung, serta anggaran modernisasi.
Biaya lifecycle bahkan bisa jauh lebih penting dibandingkan harga awal mendapatkan sebuah kapal. Platform yang diperoleh dengan biaya relatif murah dapat menjadi expensive apabila kebutuhan pemeliharaannya tinggi.
Giuseppe Garibaldi merupakan kapal yang berasal dari generasi teknologi 1980-an meskipun telah mengalami berbagai peningkatan selama masa operasinya. Jika hendak digunakan dalam peran baru, kemungkinan diperlukan penyesuaian terhadap standar, kebutuhan, dan sistem yang digunakan Indonesia.
Interoperabilitas juga menjadi issue. Sistem komunikasi, radar, senjata, helikopter, jaringan data, dan logistik perlu kompatibel dengan ekosistem pertahanan TNI.

Italia memiliki pengalaman panjang dalam membangun dan mengoperasikan kapal perang dengan kemampuan penerbangan. Dari Giuseppe Garibaldi, Cavour, hingga Trieste, negara tersebut mengembangkan berbagai generasi platform laut berdek penerbangan besar.
Hubungan industri dengan Italia karena itu dapat membuka ruang yang lebih luas daripada sekadar transfer kapal. Pelatihan kru, maintenance, desain kapal, sistem integrasi, serta teknologi galangan dapat menjadi bagian penting dari kerja sama jangka panjang.
Indonesia sendiri mempunyai industri galangan nasional, termasuk PT PAL Indonesia, yang telah membangun berbagai jenis kapal untuk TNI AL maupun pelanggan luar negeri. Penguatan kemampuan desain dan integrasi kapal besar menjadi salah satu area yang mempunyai strategic value.
Jika kerja sama internasional disertai transfer pengetahuan, manfaatnya tidak hanya diukur dari jumlah kapal yang diterima. Kemampuan industri dalam negeri untuk merawat, memodifikasi, dan pada akhirnya membangun platform sendiri menjadi indikator yang jauh lebih sustainable.
Rencana Menteri Pertahanan Indonesia menyambut Giuseppe Garibaldi menjadi momentum menarik dalam perkembangan kekuatan maritim nasional. Kapal tersebut membawa sejarah hampir empat dekade bersama Angkatan Laut Italia dan pernah menjalankan fungsi sebagai kapal induk ringan, flagship, serta platform berbagai operasi internasional.
Namun, publik tetap perlu membedakan sejarah kapal dengan fungsi yang nantinya mungkin diberikan Indonesia. Giuseppe Garibaldi pernah mengoperasikan jet Harrier, tetapi fakta tersebut tidak otomatis berarti Indonesia akan mengoperasikannya sebagai kapal induk jet tempur.
Yang perlu ditunggu adalah keterangan resmi mengenai status kapal, skema penyerahan, rencana penggunaan, proses modernisasi, dan unit TNI yang nantinya mengoperasikannya. Detail tersebut akan menentukan seberapa significant kehadiran Giuseppe Garibaldi bagi postur pertahanan Indonesia.
Either way, kedatangan kapal tersebut menjadi simbol menarik dari hubungan pertahanan Indonesia dan Italia yang semakin dekat. Dari pengadaan PPA hingga pembicaraan mengenai platform maritim lainnya, kerja sama kedua negara kini menjadi salah satu chapter penting dalam modernisasi kekuatan laut Indonesia.
Referensi
- Marina Militare – Angkatan Laut Italia, profil dan sejarah ITS Giuseppe Garibaldi (C 551).
- Fincantieri, informasi teknis dan sejarah kapal Giuseppe Garibaldi serta kerja sama industri pertahanan dengan Indonesia.
- Fincantieri, pengumuman kontrak pengadaan dua kapal PPA untuk Indonesia, 2024.
- Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, informasi kerja sama pertahanan dan modernisasi alutsista Indonesia-Italia.
- TNI Angkatan Laut, informasi pengembangan kekuatan dan modernisasi armada laut Indonesia.
- Marina Militare, informasi penonaktifan ITS Giuseppe Garibaldi pada 1 Oktober 2024.
